Provinsi di Jawa ini Tidak mengharamkan Valentine? Wallahualam Bishawab



Status halal dan haram Valentine masih dalam perdebatan dan menjadi pembahasan rutin tiap kalender menjelang bulan Februari. Menurut kaidah ushul fiqih, semua aktivitas hubungan antarmanusia tidak haram, kecuali bila ada dalil yang secara qath’i (tegas) mengharamkannya. Karena itu, wajarlah bila Majelis Ulama Indonesia (MUI) DI Yogyakarta mengeluarkan fatwa bahwa perayaan Valentine yang biasanya diselenggarakan setiap 14 Februari itu tidak haram, kecuali bila disertai dengan perbuatan maksiat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan fatwa tak haram bagi umat muslim merayakan hari kasih sayang alias Valentine.


Baca Juga: Pelaranagn Besar-besaran Valentine Dimulai

“Label haram akan diberikan jika dalam perayaan Valentine diwarnai dengan maksiat,” kata Sekretaris MUI DIY Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, di Yogyakarta Sabtu, 12 Februari 2011.

Menurut dia, kategori haram bisa terapkan bila perayaan itu terdapat nafsu birahi yang bisa menimbulkan hasrat maksiat. Namun jika dalam perayaan dilakukan wajar, maka tidak haram.

“Memang tradisi Valentine yang berasal dari budaya Barat sering bertentangan dengan norma-norma Indonesia,” katanya.

Ahmad menjelaskan, dalam Islam sendiri, tak mengenal hari baik dan hari buruk. Semua hari adalah sama. Harus diisi dengan sesuatu yang postif. Memberikan tanda kasih sayang bisa dilakukan setiap hari.

MUI DIY, kata Ahmad, mengingatkan kepada kaum muda Yogyakarta dalam memperingati Valentine ini agar tidak terjebak tindakan negatif.

Sumber Vivanews

Postingan terkait: