Menjawab Putin, Inilah Pernyataan Berani Erdogan: "Kami Hanya Takut Pada Allah"



Penembakan pesawat Su-24 milik Rusia oleh Turki membuahkan ketegangan pada hubungan kedua negara. Sikap Turki membuat para elite politik Rusia bereaksi keras, termasuk Presiden Vladimir Putin sendiri. Namun, Turki juga perlu bersuara. Karena itulah, Recep Tayyip Erdogan  menyampaikan pidatonya.

Pada hari Jumat, 27 November 2015, Presiden Turki menyampaikan pidato di hadapan lautan massa di Kota Bayburt, sebuah provinsi di timur laut Turki. Pidato tersebut menegaskan sikap Turki sebagai negara berdaulat sekaligus menjawab sikap politik Rusia. Berikut adalah hal-hal yang merupakan intisari pidatonya.

1. “Turki hanya takut kepada Allah.”
Pada pidatonya, Erdogan menegaskan sikap Turki berkaitan dengan terorisme. Menurut Erdogan, pemerintah bersikap tegas terhadap berbagai aksi terorisme di Turki. Selain itu, Erdogan mengaku telah menegaskan berkali-kali bahwa Turki hanya takut kepada Allah yang satu.

“Kami tidak akan biarkan siapapun mengganggu atau merencanakan aksi terorisme di bumi Turki. Berulang kali saya tegaskan, Turki hanya takut kepada Allah yang satu, Turki tidak akan tunduk selain kepadaNya,” katanya seperti dikutip YouTube.

“Turki pewaris peradaban yang besar, dan kami akan mempertahankan warisan tersebut dengan memohon kekuatan dari Allah subahanahu wataala,” demikian kata Erdogan.

2. “Tidak ada tamu tanpa diundang!”
Selain menegaskan sikap negara terhadap terorisme serta tawakal negara terhadap Allah, Erdogan juga membahas isu yang saat ini sedang melanda Turki: penembakan pesawat tempur Rusia. Menurut Erdogan, Turki tidak akan mentolerir pesawat tempur negara manapun yang melanggar wilayah kedaulatannya.

“Kami tidak akan biarkan pesawat tempur negara manapun melanggar kedaulatan Turki, apalagi disaat konflik seperti sekarang.”

Erdogan juga menjawab pernyataan diplomatis Putin mengenai bagaimana seharusnya Turki menyikapi pesawat tempur negeri Beruang Merah yang memasuki wilayahnya. Putin sebelumnya berharap bahwa Turki bersikap lunak terhadap pesawat-pesawat Rusia.

“Dalam insiden penembakan pesawat Rusia yang melanggar kedaulatan negara kami, Tuan Putin katakan, ‘Anggap saja pesawat kami tamu di negara Anda,’ kemudian saya jawab, ‘Tidak ada tamu tanpa diundang!’”

Bagi Erdogan, pernyataan Putin saat mengada-ada. “Kami sangat terganggu dengan pernyataan Putin yang sangat mengada ada.”

3. “Ini bukti nyata siapa musuh Rusia sebenarnya di Suriah.”
Recep Tayyip Erdogan melalui pidatonya mengungkap secara tidak langsung mengenai musuh Rusia di Suriah. ISIS yang selama ini dianggap sebagai musuh bersama rupanya bukan target operasi jet-jet tempur Rusia. Menurut Erdogan, adalah mujahit-mujahid anti Assad yang menjadi incaran Rusia. Benarkah demikian?

“Rusia selama ini berdalih terbang di atas langit Turkmen untuk gempur ISIS, tapi saya katakan daerah tersebut bukan kekuasaan ISIS melainkan kekuasaan mujahid Suriah anti Assad, dan ini bukti nyata siapa musuh Rusia sebenarnya di Suriah,” ungkap Erdogan.



4. Terhadap tuduhan Rusia, “Pernyataan Putin sangat lucu.”
Berkaitan dengan penembakan pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah-Turki, Erdogan turut membahas tuduhan Putin berupa islamisasi sang Presiden di Turki. Hal itu tidak luput dari pidato Erdogan. Erdogan mengaitkan pernyataan islamisasi Putin dengan populasi muslim di Turki.

“Putin menuduh saya melakukan islamisasi di Turki, saya tegaskan bahwa rakyat Turki 99% muslim, dan pernyataan Putin itu sangat lucu.”

5. “Kami tidak memiliki mental bobrok untuk melakukan jual beli minyak dengan ISIS.”
Salah satu pernyataan Putin yang hendak Erdogan tanggapi adalah seputar tuduhan Putin bahwa Turki bertransaksi dengan ISIS. Kala itu, Putin menganggap Erdogan melakukan jual beli minyak dengan ISIS.

“Kami tidak memiliki mental bobrok untuk melakukan jual beli minyak dengan ISIS,” Erdogan menanggapi.

Erdogan mendesak Putin untuk menyiapkan bukti atas tuduhannya. Ia berharap, Putin menyampaikan bukti-buktinya pada pertemuan di Paris.

“Saya harapkan Putin menyiapkan semua bukti atas tuduhannya kami bekerja sama dengan ISIS dan sampaikan pada pertemuan di Paris nanti,” katanya. “Kami menolak semua tuduhan tanpa bukti Rusia terhadap Turki. Kalau Putin bisa buktikan saya bekerjasama dengan ISIS, saya langsung mengundurkan diri dari jabatan presiden.”

“Turki tidak kenal yang namanya menikam dari belakang, kami siap menghadapi siapapun dan kami tidak takut siapapun.Pihak manapun yang menghalangi bantuan kemanusiaan untuk saudara kami Turkmen sama artinya mereka bermain api.

Pada akhirnya, Erdogan mengimbau pejabat Rusia untuk melakukan diplomasi yang santun, salah satunya melalui pembicaraan bilateral yang tentunya dilakukan demi keberlangsungan kedua negara. Erdogan juga berdoa kepada Allah yang Maha Berkehendak untuk memberikan semua kebaikan kepada rakyat Turki dan umat Islam.

Postingan terkait: