PETISI ONLINE Menolak LGBT di Indonesia: Mohon Share Sebanyak-Banyaknya



Mohon sekali bantuan aktif untuk  menolak LGBT. Selamatkan generasi dan bangsa kita...
Tolong ikut isi petisi di bawah ini, dan sebarkan kepada kawan-kawan lain. Makin banyak yang mengisi, akan semakin besar tekanan kepada Pemerintah untuk tegas terhadap gerakan dan paham LGBT ini.

Kami himbaukan lagi,  karena yang mengisi petisi masih kurang. Yang belum isi silahkan isi ya, sebagai salah satu bukti kepedulian kita. Buka saja link di bawah ini..
Yuk dibantu yuk dibantu...
Naudzubillah...

http://www.petisionline.net/penolakan_legalisasi_lgbt_di_indonesia?wh

Tolong isi petisinya ya rekan2... Masih kurang banyak...



Komunitas LGBT Gugat Menristek dan Ridwan Kamil

RABU, 27 JANUARI 2016 | 17:37 WIB
TEMPO.CO, Jakarta- Sejumlah perwakilan Forum LGBTIQ Indonesia mengadakan konferensi pers guna menggugat pernyataan beberapa pejabat negara tentang LGBT di media massa di kantor LBH Jakarta, 27 Januari 2016.

Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Intersex dan Queer Indonesia menggugat pernyataan beberapa pejabat negara soal komunitas tersebut. Koordinator Divisi Advokasi Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL-INA), Slamet Rahardjo, mewakili forum LGBTIQ Indonesia, mengatakan semua pernyataan pejabat negara di media massa sangat mengucilkan kelompok LGBT.

"Kami meminta Presiden RI Joko Widodo menindak tegas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan, Wali Kota Bandung, dan beberapa anggota DPR yang memuat rasa kebencian kepada LGBT," ujar Slamet, di Gedung LBH Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.

Beberapa pejabat yang dianggap diskriminatif adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, anggota DPR Fraksi PPP Reni Marlinawati, dan Kepala Divisi Sosialisasi Anti-Kekerasan Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda. (TEMPO/Arief Hidayat)

Postingan terkait: