Subhanallah !!! RIO HARYANTO Pembalap Formula-1 Kebanggan Indonesia ini Ternyata MUSLIM Yang Taat



ISLAMSEJATI.com- Mungkin kalian sudah mendengar cerita Rio Haryanto ketika ia pertama kali memenangkan lomba balap di Race GP3 seri kedua di Turki pada tahun 2010. Saat itu kemunculan Rio untuk pertama kalinya di arena balap, sehingga tak ada yang menyangka kalau bocah yang dulu masih berusia 17 tahun bisa menang. Mirisnya panitia tidak menyiapkan lagu Indonesia Raya, dan juga bendera merah putih untuk kemenangannya.

Alhasil panitia harus men-dowload lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, dari youtube untuk bendera merah putih didapatkan dengan membalik bendera Polandia (putih merah). Diawal karirnya Rio memang tak dianggap sedikit pun sehingga seringkali ia harus menyanyikan lagu Indonesia Raya di atas podium sendirian, padahal apa yang dilakukannya adalah demi mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.

Pria keturuanan Cina-Solo tengah harap-harap cemas menantikan dukungan dari pemerintah Indonesia supaya ia bisa berlaga di F1 dan bergabung dengan Manor Racing. Rio mengakui bila dirinya memang tidak bisa apa-apa, tapi satu hal yang terus ia lakukan adalah memperbanyak ibadah, meminta bantuan kepada Allah dengan cara rajin shalat Tahajjud.

“Ibadah shalat Tahajud lebih diperbanyak, mudah-mudahan ada hasil terbaik. Saya ingin bawa nama Indonesia di pentas F1 soal keputusannya, saya masih menunggu yang pasti saya berdebar-debar. Namun kedatangan Manor ke Indonesia sedikit melegakan. Mereka masih tertarik kepada saya,”ujar Rio Haryanto.

Proses bergabungnya Rio ke Manor memang terkendala masalah dana. Tim asal Inggris tersebut meminta uang kepada Rio sebesarn15 juta euro setara Rp 225 Miliar demi bisa mengamankan satu kursi di mobil. Pertamina, selaku sponsor utama Rio bersedia mengucurkan uang senial 5,2 juta euro atau 100 miliar. Pembalap kelahiran Solo, 22 Januari 1993 itu masih membutuhkan biaya sebesar 150 miliar untuk mengejar impiannya tampil di F1.

Putra pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati, selain rajin sholat Tahajud ternyata ia juga gemar membaca surat Yasin dan surat Al-Baqarah. Kebiasaan itu dilakukannya sebelum memacu adrenalin di arena balap. Bahkan dibagian kanan kokpit mobilnya tertempel kertas berisi penggalan surat Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi). Rio menjalani ritual itu hanya ingin supaya dirinya menjadi lebih dekat kepada Allah.



Ketika laju kendaraan bergerak secepat kilat di lintasan balap, sesungguhnya di sanalah sedang batas antara hidup dan kematian. Degup jantungnya pasti berdekat kencang, sekencang laju mobil yang dikemudikannya. Itulah sebebnya, ia ingin merasa lebih mendekat kepada Allah. Ia juga menyakini dengan membaca ayat Kursi sekaligus membawanya akan membantunya diselimut oleh jiwa yang tenang.

“Dengan membacanya membuat saya lebih merasa tenang saat tampil sekaligus saya ingin selalu ingat kepada Allah,” katanya.

Pembalap muda Indonesia ini, selain menjadi seorang muslim yang taat ia juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Pria usia 23 tahun ini ternyata mempunyai Pondok Pesantren dan panti asuhan yang terletak di Solo, Jawa Tengah.

“Sejak tahun 2003 lalu, kakeku punya lahan di Solo. Awalnya untuk membangun masjid, kemudian ad ide untuk mendirikan pondok pesantren dan panti asuhan,” tutur Rio saat menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televise swasta.

Menurut calon pembalap F1 ini, Pondok Pesantren yang didirikannya bisa bermanfaat bagi anak-anak warga sekitar untuk menimba ilmu agama. “Di sana ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan anak-anak mulai dari taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Kami berusaha untuk membantu agar potensi mereka bisa terasah, ada kegiatan qasidah juga untuk remajanya,”sambungnya.

Rio pun berharap agar generasi muda berani untuk bercita-cita. “Keingan itu bisa menjadi dasar untuk berusaha agar bisa terwujud, kuncinya disiplin, pantang menyerah, dan selalu ingat kepada Allah dan keluarga,”tutupnya.

Sumber: YusufMansur.com

Postingan terkait: