ALHAMDULILLAH.."Nabi Isa" dari Jombang Sudah Insyaf

ISLAMSEJATI.COM. Gus Jari bin Supardi (44), pengasuh Pondok Pesantren Kahuripan Ash-Shirot di Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, akhirnya menyatakan bertobat di depan tim yang dipimpin ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang, KH Kholil Dahlan, Senin (29/2) sore.

Ia yang sejak 2004 mengaku menerima wahyu Illahi sebagai nabi akhir zaman, Nabi Isa Habibulloh ketika masih nyantri di sebuah Ponpes di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto melalui ‘bisikan’ itu, selain menyatakan tobat juga mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat wajib pernyataan sebagai umat Nabi Muhammad SAW.  



“Alhamdulillah, Gus Jari beserta para pengikutnya sudah menyatakan insyaf atas kesesatannya selama ini dan bertobat kembali ke ajaran Islam yang benar. Makanya, berbagai atribut yang menghiasi dalam Masjid Sirathal Mustaqim (baca: Shirothol Mustaqim) kita bersihkan dan utamanya batu hitam yang semula dipecaya sebagai maqam (baca; macom) sebagai tempat berdirinya Nabi Muhammad SAW., kita ambil dan akan kita hancurkan karena itu syirik,” ujar Kiai Kholil, panggilan akrab KH Kholil Dahlan dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin sore.

Prosesi pertobatan Gus Jari beserta sekitar 100-an jamaah pengikutnya dilakukan di Masjid Sirothal Mustaqim di depan Kiai Dahlan dengan disaksikan para pejabat dari unsur Kementerian Agama, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Jombang dan Kecamatan Kabuh. Usai prosesi, petugas langsung mengeksekusi batu yang dicor di dalam Masjid Ponpes Kahuripan Ash-Shirot yang selama ini diklaim sebagai simbol kenabian Gus Jari.

“Batu ini akan kita hancurkan,” ujar Kiai Kholil sambil membenarkan bahwa untuk pembinaan Gus Jari sendiri dilakukan selama sepekan untuk kembali ke ajaran Islam yang benar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selama memimpin ponpes sejak 2006 yang lalu, Gus Jari dinilai MUI Jombang sempat menyebarkan ajaran sesat. Seperti pengakuannya sebagai nabi, hingga kalimat syahadat yang diubah (ditambah).

Gus Jari sendiri usai melakukan pertobatan bersama jemaahnya, ayah dua anak yang sempat menobatkan putra pertamanya sebagai Imam Mahdi itu menyatakan menyatakan diri insyaf dan kembali ke ajaran Rasulullah (Nabi Muhammad).



Ia mengaku khilaf menganggap dirinya sebagai (nabi) penanda akhir zaman yang akan menyempurnakan banyak kekeliruan pada kegiatan keagamaan yang berkembang selama ini.

“Saya dan para jamaah saya menyatakan menerima fatwa yang dari MUI karena bisikan yang saya terima, Desember 2004 di Brangkal itu mungkin saja bisikan bukan dari malaikat sebagai utusan Allah,” ujar Gus Jari singkat diisaksikan Kiai Kholil dan pimpinan dari unsur Kemenag, Bakesbangpol, Kejari, serta Polres Jombang. Ia mengaku sudah membuat surat pernyataan yang isinya kembali ke akidah Islam.

Terkait dengan keinsyafan Gus Jari, untuk sementara MUI melarang dirinya melakukan pengajian umum yang sebelumnya biasa digelar setiap tanggal 1 dan 15 di Masjid Sirathal Mustaqim.

“Itu sesuai tausyiah Kiai Kholil dan saya harus mematuhinya,” tandads Gus Jari sebelum beranjak masuk ke rumahnya.

Sebagaimana dikemukakan Kiai Kholil, Gus Jari menyatakan, bahwa fatwa MUI itu merupakan hasil dari kajian yang mendalam.

“Saya harus tawadhu (taat),” tandas Gus Jari lalu meninggalkan kerumunan wartawan.

Sumber: http://www.investorindonesia.com/nasional/nabi-isa-dari-jombang-memilih-bertobat/109892

Postingan terkait: