Dianggap Tak Akui Pancasila, Kelompok Ini Langsung Dihukum Warga

Masyarakat di Indonesia, terutama di daerah, masih menaruh perhatian dan kewaspadaan yang tinggi terhadap keberadaan suatu organisasi di wilayahnya. hal ini terkait dengan masih maraknya isu-isu terorisme dan faham yang dianggap sesat.

Pemerintah Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang. Kabupaten Cirebon membubarkan paksa keberadaan organisasi Islam bernama Khilafatul Muslimin.

Foto: Metrotvnews

Keputusan tersebut dihasilkan setelah dilakukan pertemuan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan intansi pemerintahan setempat.

Ketua MUI Kecamatan Gebang, KH. Mustamir mengatakan, Khilafatul Muslimin bukan merupakan organisasi keislaman atau organisasi masyarakat. Melainkan organisasi politik.

“Salah satu tujuan dari adanya Khilafatul Muslimin ini adalah mendirikan khilafah islamiyah yang berpotensi merusak NKRI. Kami menolak kehadiran Khilafatul Muslimin, karena organisasi ini hampir sama dengan NII,” kata Mustamir, dalam pertemuan tersebut, Sabtu (27/02/2016).

Foto: Fokus Jabar

Kepala Desa Gebang Kulon, Moh Toyib dalam pertemuan tersebut memutuskan untuk tidak lagi menerima Jamaah Khilafatul Muslimin beraktivitas di desanya. Keputusan tersebut, berdasarkan penolakan yang dilakukan oleh warga setempat.

“Kami memutuskan menolak adanya Jamaah Khilafatul Muslimin di Desa Gebang Kulon,” ujar Toyib.

Abdul Bari, salah satu warga, mengatakan para jamaah tersebut bukan berasal dari desanya, melainkan warga luar. Menurutnya, paham yang diterapkan oleh Jamaah Khilafatul Muslimin bertolak belakang dengan ideologi yang diakui warga setempat. "Salah satunya, mereka menginginkan pendirian khilafah dan menolak Pancasila," ujar Bari.

Foto: Metrotvnews


Untuk meluruskan permasalahan tersebut, saat ini sedang digelar pertemuan yang menghadirkan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan instansi lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Gebang Kulon M. Toyib, berharap tidak lagi ada gejolak di masyarakat.

Dari kondisi ini, dia berharap agar pemerintah dapat selektif dan meningkatkan pengawasan dalam aktivitas organisasi masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Puluhan warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendatangi musala Al-Abbas yang berada di desa tersebut. Mereka menolak aktivitas jemaah Khilafatul Muslimin dan meminta mereka pergi dari musala itu.

Menanggapi tuduhan itu, pimpinan Khilafatul Muslimin, H. Salam, mengatakan aktivitasnya tak lebih dari syiar agama. "Kalau memang kami tak diterima di sini, kami akan pergi. Mungkin masyarakat di sini belum memahami tujuan kami," kata dia.

(Sumber: Metrotv news, Fokus Jabar)


Postingan terkait: