Jangan Sampai Kita Melewatkan Hikmah Luar Biasa Gerhana Ini..SUBHANALLAH.



ISLAMSEJATI.COM. Rabu tanggal 8 Maret 2016, terjadi sebuah fenomen alam yakni gerhana matahari total, sebuah peristiwa langka. Apa itu gerhana? Suatu fenomena alam yang terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karena keadaan yang segaris, sehinga bayangan bulan terhalangi oleh bumi.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak pula karena kelahirannya, maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbir, sholat dan bersedekah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Dalam hadits yang mulia ini terdapat peringatan untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah ta’ala di alam ini. Bahwa seluruh makhluk, yang besar maupun yang kecil, yang bergerak maupun yang diam, di bumi maupun di langit, semuanya tunduk di bawah pengaturan Allah ‘azza wa jalla, maka sudah sepatutnya kita hanya menyembah kepada Allah ta’ala yang satu saja, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Kewajiban untuk takut kepada Allah ta’ala, karena keagungan dan kebesaran-Nya, seluruh makhluk tunduk di bawah kekuasaan-Nya, sangat mudah bagi-Nya untuk menimpakan azab terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya. Bahkan disebutkan dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu bahwa ketika terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam maka beliau sangat takut akan terjadinya kiamat, sehingga beliau bersegera untuk datang ke masjid dan melakukan sholat gerhana.


Umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan shalat Gerhana ketika melihat gerhana, baik itu gerhana matahari maupun bulan. Sebagaimana yang terekam dalam hadist riwayat Bukhari no. 1047 yakni ”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Dalam hadist tersebut, terkandung suatu perintah untuk melaksanakan shalat apabila melihat gerhana. Berdasarkan kaidah ushul fiqih, hokum asal setiap perintah adalah wajib. Maka, bagi setiap muslim ketika melihat gerhana, wajin untuk melaksanakan shalat gerhana.

Pernahkah dibenak atau dipikiran kita, mengapa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan untuk shalat ketika melihat gerhana? Apakah hanya semata ritual semata? Atau ada rahasia ilmiah dibalik kejadian gerhana? Tentu dalam setiap perintah Allah dan Rasul-Nya, pastilah ada hikmah yang terkandung. Sebab, Islam adalah ajaran yang sangat bisa diterima dengan logika.

Lalu apa hikmah dibalik shalat gerhana? gravitasi newton pada saat dua massa atau lebih dengan memiliki massa dan memiliki jarak tertentu, maka antar benda tersebut akan mengalami gaya gravitasi yang besarnya berbanding terbalik dengan jarak kuadratnya (F = Gmm/r kuadrat). Massa yang besar cenderung akan menarik massa yang lebih kecil ukurannya. Bagaimana jika gerhana? ya, akan memiliki gaya gravitasi yang besar dan besar pula gaya tarik antar bumi, bulan dan matahari. Dan kemungkinan besar akan terjadi gaya saling tarik-menarik dan tumbukan antara bumi, bulan dan matahari.





Lantas apa resiko dari gaya tarik menarik antara matahari, bumi, dan bulan? Pertama, memungkinkan terjadinya gempa bumi. Sebab gaya tarik menarik yang terjadi bisa mengakibatkan pergeseran tanah. Pergeseran tanah inilah sebab terjadinya gempa bumi. Kedua, memungkin terjadinya gunung berapi meletus. Karena gaya tarik menarik dapat memicu aktifitas magma yang berada di perut bumi.

So? Sungguh dahsyat sekali fenomena gerhana. Sebab itulah kita, kita diperintahkan untuk shalat gerhana. Karena dalam shalat kita berdoa, berdzikir, bertahmid, rukuk, sujud, dan bersyukur. Kita mengakui segala kelemahan kita sebagai makhluq-Nya. Karena itu, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan. Karena hanya Allah SWT, yang memiliki kuasa atas alam semesta ini. Kalau bukan karena pertolongannya, fenomena yang baru saja terjadi kemarin, bisa jadi adalah hari akhir semesta ini.

Tersebab pertolongannya kita selamat dari kemungkinan terjadinya gunung berapi meletus. Karena kemurahanNyalah, kita bisa selamat dari kemungkinan terjadinya bencana gempa bumi. Hanyalah sebuah lisan berucap syukur atas semua karunia, rahmat, serta pertolongan-Nya atas segala kelemahan kita dalam renungan shalat.

Wallahu alam Bishawab

Sumber: http://nurulhuda.uns.ac.id/?p=500; http://sofyanruray.info/memetik-hikmah-di-balik-gerhana/

Postingan terkait: