APA TANDA TERPENTING AMALAN IBADAH BULAN RAMADHAN DITERIMA ALLAH?



ISLAMSEJATI.com- Banyak diantara kita beranggapan bahwa 30 hari atau 1 bulan melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan tuntas itu adalah sebuah kemenangan,padahal sebenarnya selama satu bulan kita melaksanakan puasa tersebut adalah sebuah’’training’’atau latihan kemampuan kita untuk menjaga 11 bulan berikutnya.

Setelah kita lolos dalam berpuasa 1 bulan dibulan Ramadhan,maka hasil dari latihan/training tersebut akan kita implementasikan pada kehidupan sehari-hari kita selama 11 bulan berikutnya,mampukah kita menjaga prilaku kita seperti saat kita di latih selama 1 bulan bulan Ramadhan tersebut.

Nah disinilah sebenarnya ujian sebenarnya,mampukah kita?,biasanya kita banyak yang gagal adalah menjaga di 11 bulan berikutnya,setelah Ramadhan usai,dan  malah diantara kita banyak beranggapan bila Ramadhan ‘’usai’’,maka usai pula prilaku yang positif di saat bulan bulan Ramadhan,yang mana telah kita lakoni selama bulan Ramadhan tersebut,dan kita sukses!.

Begitu Ramadhan usai,biasanya kita mulai lagi,cekcok dengan tetangga,berkelahi dengan sesama,melakukan tindakan amoral,dll,kalau hal ini tetap berlaku maka kita ‘’gagal dalam peng implemantasiannya,atau penerapan dalam kehidupan keseharian kita setelah kita dilatih/ditempa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tersebut.

Kalau saya ibaratkan seorang Guru,yang ikut penataran PPKN, selama 1 bulan,dan selama satu bulan si Guru selalu tepat waktu,mengikuti jalannya penataran tersebut,dan setelah selesai si Guru tadi mendapat sertifikat’’A’’[sangat memuaskan],namun begitu si Guru kembali kesekolah/mengajar,prilakunya kembali ,turun jam 9.00.dan pulang jam 11.00,berarti si Guru sukses dalam mengikuti’’penataran’’PPKNnya,namun ia gagal dalam ‘’implementasi’’nya atau saat pelaksanaannya atau pengamalannya!.

Coba kita gali dari perkataan Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berikut.

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik adalah dari perkataan,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا
“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Atau perkataan yang lainnya yang diutarakan oleh Ibnu Katsir ketika membahas tafsir surat Al-Lail,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 583).

Berarti tanda amalan Ramadhan kita diterima adalah menjadi lebih baik selepas Ramadhan atau minimal menjaga kebaikan yang telah ada. Tanda amalan kita di bulan Ramadhan tidak diterima adalah setelah Ramadhan tidak lagi ada kebaikan, bahkan sampai meninggalkan kewajiban seperti kewajiban shalat lima waktu.

Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan.



Sumber: https://rumaysho.com/11375-tanda-amalan-puasa-ramadhan-diterima.html




Postingan terkait: