PM Slowakia : Tidak Ada Tempat Bagi Islam di Slowakia


ISLAMSEJATI.com- Pernyataan Roberto Fico, Perdana Menteri Slowakia, Eropa Tengah, yang menyebutkan “Tidak ada tempat bagi Islam” telah memercikkan kemarahan luar biasa di Uni Eropa.

Situs berita Express.co.uk, Jumat (27/5/2016), melaporkan, pernyataan Fico itu sangat keterlaluan dan tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin yang mengayomi semua komunitas.

Pernyataan Fico itu justru dilakukan tiga minggu sebelum ia mengambil peran sebagai ketua bergilir Komisi Eropa. Pernyataan rasis yang sangat tak pantas itu terkait aliran imigran Muslim ke Eropa.

Kampanye anti-Islam oleh Fico ini juga muncul ketika ia akan menjalani periode ketiga sebagai pemimpin politik di Slowakia, negara pecahan dari Cekoslowakia di Eropa Tengah.

Fico telah meningkatkan retorika anti-Muslim dengan mengumumkan kepada para pemili di negerinya bahwa tidak ada senjekal ruang pun untuk multikulturalisme. Sungguh menyedihkan!

Dalam wawancara pertamanya sejak pemilu pekan ini, Fico mengatakan kepada TASR Newswire, “Ini mungkin terlihat aneh tapi maaf ... Islam tidak memiliki tempat di Slovakia”.

Menurut Fico, ia telah berbicara beberapa kali tentang masalah tersebut dengan Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat.

“Ia mengatakan, masalahnya adalah bukan soal aliran migran, melainkan lebih pada perubahan wajah di dalam negeri,” kata Fico tentang hasil pembicaraan dengan Muscat.

PM Fico merasa khawatir bahwa kedatangan ribuan Muslim akan mengancam tradisi “Cyrilo-Methodian” (Sirilus dan Metodius), yang telah dibangun Slovakia sejak berabad-abad.

Menurut catatan Kompas.com,  dua misionaris bersaudara ‘Sirilus dan Metodius’ mewariskan   karya-karya yang mempengaruh budaya seluruh bangsa Slavia.

Fico juga mengatakan, siapa saja yang ingin menjadi beragam budaya, “bertentangan dengan esensi” dari negara tuan rumah.  Mustahil  mengintegrasikan Muslim di Eropa.

Komentar Fico memiliki implikasi besar bagi kebijakan blok Uni Eropa karena Slowakia akan mengambil alih kepresidenan Komisi Eropa dalam tiga minggu depan.

Posisi ketua di blok Eropa untuk Slowakia merupakan kesempatan yang pertama, yang biasanya bergilir setiap enam bulan, sejak negara itu bergabung dalam Uni Eropa pada 2004.

Selama periode enam bulan ini, Slowakia akan memiliki peran yang lebih besar dalam menetapkan agenda untuk pertemuan di setiap tingkat Dewan Uni Eropa.

Fico juga akan menentukan menteri-menteri yang akan memimpin rapat-rapat kunci untuk pengambilan keputusan di paruh kedua tahun 2016.

Di Brussels, pusat Uni Eropa,  khawatiran dan kemarahan akibat pernyataan Fico, menyeruak. Sebab, Slowakia  juga menolak berpartisipasi dalam skema relokasi pengungsian di Uni Eropa.

Seorang pejabat mengatakan, “Kita berada di tengah-tengah reformasi besar pada migrasi, dan kita hampir menuntaskannya.”

“Bagaimana kita akan dipimpin oleh suatu negara yang akan menorpedo semua rencana yang terkait dengan migrasi?” kata pejabat Uni Eropa itu.

Sekretaris Negara Slovakia untuk Urusan Eropa mengatakan awal bulan ini negaranya akan mengejar kebijakan migrasi Uni Eropa yang berkelanjutan.

Namun, komentar Fico juga telah memicu keprihatinan besar di kalangan umat Islam di tanah airnya.

Yayasan Islam di Slovakia mengatakan, komentar Fico ini “tidak hanya merugikan umat Islam Slowakia tetapi juga kepentingan negara sebagai negara berdaulat yang membangun posisinya di kancah internasional.”

Seorang juru bicara yayasan mengatakan, “Tidak sepantasnya komentar itu datang dari yang seharusnya melindungi kami berdasarkan peran mereka yang sangat strategis itu?”


Sumber:http://internasional.kompas.com/read/2016/05/28/11025761/kampanye.anti.islam.oleh.pm.slowakia.picu.kemarahan.di.uni.eropa.

Postingan terkait: