Duterte Pernah Perintahkan Serang Masjid di Filipina



INDOSEJATI- Seorang pembunuh bayaran suruhan Presiden Rodrigo Duterte kemarin buka suara di depan Senat Filipina.

Dalam pengakuannya, Edgar Matobato, nama si pembunuh bayaran berusia 57 tahun itu, mengatakan Duterte pernah memerintahkan pengeboman Masjid Bangkerohan pada 1993 sebagai bentuk balasan atas pengeboman di Katedral Davao.

Dalam pengeboman di katedral yang terjadi Desember 1993 itu enam orang tewas dan lebih dari 130 orang luka.

Delapan jam kemudian terduga militan Kristen membalas serangan itu dengan melemparkan dua granat ke Masjid Bangkerohan. Satu granat meledak dan satu lagi tidak. Dalam peristiwa itu tidak ada korban.

Matobato mengaku dia melemparkan sebuah granat itu ke dalam masjid tapi tidak meledak. Akibatnya Duterte memerintahkan langsung Pasukan Kematian Davao menangkap tersangka muslim yang diduga pelaku pengeboman katedral.

"Kami hajar mereka dan kemudian membunuhnya dan menguburkan mayatnya di sebuah tempat penggalian," kata Matobato, seperti dilansir koran the New York Times, Kamis (16/9).

Matobato adalah anggota Pasukan Kematian Davao yang pertama mengaku di depan publik. Dia mengatakan direkrut pada 1988 untuk bergabung dengan sebuah tim bernama Lambada Boys saat Duterte baru menjabat wali kota Davao. Tim itu kemudian bertambah anggotanya termasuk dari kepolisian. Tim itu bertugas menghabisi para pelaku kriminal di Davao.


Sumber:https://www.merdeka.com/dunia/duterte-pernah-perintahkan-serang-masjid-di-filipina.html

Postingan terkait: