Mantan Presiden Israel Shimon Peres Meninggal Dunia, Apa Kata Palestina ?


ISLAMSEJATI- Mantan Presiden Israel, Shimon Peres, meninggal dunia pada usia 93 tahun, setelah didiagnosis menderita stroke.

Peres adalah presiden kesembilan Israel dan sempat menjabat dua kali sebagai perdana menteri.

Shimon meninggal setelah dua minggu di rumah sakit di dekat Tel Aviv. Ia dilarikan ke rumah sakit pada 13 September lalu.

Shimon pernah dianugerahi Nobel Perdamaian setelah menggagas perjanjian perdamaian Oslo bersama Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat.

“Di mata rakyatnya, ia menjadi tokoh bersejarah, lebih besar dari seorang politikus,” ujar kolumnis Nahum Barnea, Yediot Ahronot, dikutip dari The Guardian.

Peres lahir di Wiszniewo, Polandia, dan bermigrasi ke Palestina pada 1934, saat berusia 11 tahun. Ia adalah pendiri Gerakan Pemuda Buruh-Zionis dan anggota dari pasukan militer Yahudi sebelum Israel mendeklarasikan kemerdekaannya.

Apa Kata Palestina

Mengomentari kepergian Peres, bekas juru runding Palestina, Diana Butt, mengatakan kepada Al-Jazeera, "Pria itu sejak awal adalah seorang penjahat perang."

Butt menambahkan, "Dia seseorang yang sangat diyakini telah melakukan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina. Ketika berkuasa, Peres tidak hanya merampas dan mencaplok tanah Palestina, tapi juga membangun permukiman bagi Yahudi Israel di tanah Palestina. Perbuatan dia melanggar hukum internasional."

Peres dirawat di sebuah rumah sakit dekat Tel Aviv sejak 13 September 2016 ketika merasa tidak enak badan dan menderita stroke akibat perdarahan dari dalam tubuhnya. Sejak saat itu, Peres menjalani perawatan intensif hingga ajal menjemput.

Peres dikenal sebagai pengendali kuat di negaranya. Ia pernah menjabat perdana menteri dua kali, kemudian terpilih menjadi presiden. Semua jabatan kekuasaan itu ia pegang dari 2007 hingga 2014.

Peres pernah meraih hadiah Nobel Perdamaian bersama Perdana Menteri Yitzhak Rabin dan pemimpin Palestina, Yasser Arafat, atas perannya dalam negosiasi perdamaian, yang dikenal dengan nama “Kesepakatan Oslo”.


Sumber: Detik.com

Postingan terkait: