Keluar dari Agama Islam, Warga Aceh Singkil Ini Dipenjara



IslamSejati.com - Masih ingat kasus salah satu calon keuchik di Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil yang menyatakan dirinya keluar dari Islam akhir 2017 lalu?

Kini, pelaku berinisial JN bin H. Sang (51) mendekam di sel Mapolres Aceh Singkil terkait kasus tersebut.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK dalam keterangan persnya, Jumat (23/2/2018) mengatakan telah menetapkan tersangka berinisial JN dan menahannya.

”Kasusnya tetap jalan dan tadi kami tangkap sekarang sudah ditahan,” kata Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto.

Menurut Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto, tersangka JN ditangkap atas tindak pidana pasal 7 ayat (1) jo pasal 18 dari Qanun Aceh nomor 8 tahun 2015 tentang pembinaan dan perlindungan aqidah.

Kasus ini terjadi 4 September 2017 lalu dan terus diproses atas laporan masyarakat setempat.

Dikatakan, meski tersangka dilaporkan telah menyatakan kembali memeluk agama Islam tidak menggugurkan tindak pidana terkait. 

Seperti pernah diberitakan, masyarakat Kabupaten Aceh Singkil dibuat heboh oleh ulah salah seorang warga karena pindah agama lantaran ingin memuluskan niatnya menjadi salah satu calon keuchik.

Tindakan pindah agama tersebut diduga agar warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan itu tidak mengikuti uji baca alquran sebagai salah satu syarat calon keuchik.

JN diketahui membuat surat pernyataan pindah agama, sekitar tiga hari menjelang mengikuti tes ulang mampu baca Al Quran sebagai syarat calon keuchik di Kantor Urusan Agama Gunung Meriah, pada 7 September 2017.

Pada 7 September 2017 lalu dijadwalkan tes ulang baca Al Quran terhadap JN di KUA Gunung Meriah, sebagai syarat mengikuti calon keuchik.

Akan tetapi yang bersangkutan tidak hadir, malah muncul surat pernyataan pindah agama terhitung 4 September yang ditanda tangani di atas materai.

Pernyataan pindah agama JN dikuatkan surat P2K Sebatang, pada hari tes baca Al Quran.

Melalui surat yang ditujukan kepada Camat Gunung Meriah, diterangkan bahwa yang bersangkutan tidak hadir memenuhi undangan tes baca Quran karena telah pindah agama.

Sebab tes mampu baca Al Quran hanya diperuntukan bagi yang beragama Islam.

Kejadian tersebut membuat heboh seantero Aceh Singkil.

Hingga memunculkan beragam tanggapan terutama di media sosial facebook.

Lalu, beberapa pekan kemudian JN dilaporkan bertaubat dan kembali memeluk agama Islam dengan membacakan dua kalimah syahadat disaksikan Ketua MPU Aceh Singkil, Ustaz Adlimsyah, serta tokoh ulama lainnya, Senin (11/9/2017) di aula MPU setempat di Pulau Sarok, Singkil.


Sumber : tribunnews.com

Postingan terkait: