Awas Lupa, Ini Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan



IslamSejati.com - Puasa adalah salah satu dari rukun Islam. Kewajibannya memiliki keutamaan bagi umat Muslim yang menjalankannya. Terlebih puasa Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan dan barokahnya.

Dalam pelaksanaannya, kadang ada umat Muslim yang melewatkan puasa Ramadhan karena beberapa hal seperti haid, sakit, hamil atau lanjut usia. Jika hal tersebut terjadi, maka Muslim tersebut wajib mengganti puasa yang terlewat di waktu lain selain bulan Ramadhan.

Lalu, kapankah waktu terbaik untuk mengganti puasa ramadhan yang terlewat? Adakah batas akhir qadha puasa ramadhan itu?

Terdapat hadits yang melarang melakukan puasa setelah masuk pertengahan bulan sya’ban. Hadits tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud).

Dalam hadis yang lain, yang juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di sisi lain, Nabi ﷺ merutinkan puasa selama sya’ban. Bahkan beliau melakukan puasa sya’ban sebulan penuh. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

“Belum pernah Nabi ﷺ berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, sebenarnya larangan berpuasa setelah masuk pertengahan sya’ban, tidak berlaku mutlak. Dalam arti larangan itu berlaku ketika seseorang melakukan puasa sunah tanpa sebab, sementara dia tidak memiliki rutinitas puasa sunah tertentu atau tidak dimulai dari awal sya’ban.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Beliau pernah menuturkan, “Saya mempunyai hutang qadha puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, puasa qadha dibolehkan sekalipun telah masuk pertengahan sya’ban. Batas akhirnya qadha puasa ramadhan adalah sampai datang ramadhan berikutnya, demikian Konsultasi Syariah.

Sumber : inspiradata.com

Postingan terkait: