Inilah Jin Yang Selalu Menemani Setiap Manusia Sampai Mati



IslamSejati.com - Apakah Setiap Manusia Mempunyai JIN PENDAMPING (Qorin) ?

Qarin artinya sosok yang selalu menemani dan menyertai. Dan yang dimaksud Qarin di tema ini adalah Syetan (Jin) yang menyertai manusia dan tidak akan meninggalkannya. (Kamus al-Muhith: 1103).

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apa itu Qorin?” Beliau menjawab: Qorin adalah syetan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan, “Syetan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintah-kan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Kitab Majmu’ Fatawa: 17/ 427)

Ragam Qarin

Ketahuilah bahwa ragam Qarin kita itu ada 2 macam. Pertama: Qarin bawaan dari lahir, atau setiap manusia yang lahir ke dunia ini pasti telah diberi Allah Qarin, itu sudah merupakan sunnatullah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dalam hadits shahihnya, “Tidaklah setiap kalian kecuali ia telah disertakan untuknya Qarinnya dari Jin”. (HR. Muslim).

Kedua: Qarin tambahan atau sosok yang menyertai manusia akibat ulahnya atau hasil dari perbuatannya. Karena manusia itu jauh dari petunjuk Allah atau berpaling dari ajarannya, akhirnya syetan-syetan pun menjadi teman dekatnya (qarin). Sebagaimana yang diinformasikan dalam al-Qur’an: “Siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-Qur’an), kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. (QS. az-Zukhruf: 36)

Jenis Qarin

Ada beberapa jenis makhluk yang menjadi Qarin manusia. Di antaranya adalah Jin, Malaikat dan Manusia (sesama). Qarin Jin dan Malaikat adalah Qarin bawaan (ada sejak manusia itu lahir) sebagaimana yang dikabarkan Rasulullah dalam haditsnya yang shahih: “Tidaklah seorangpun dari kalian kecuali ia disertai patner (Qarin) dari Jin dan dari Malaikat. (HR. Muslim).

Dialog Antara Dua Qarin

Perhatikan dialog antara dua Qarin manusia yang berbeda agama berikut ini, sebagaimana yang dicertakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anh: “Ketika syetan orang mukmin bertemu syetan orang kafir, dan ia melihat tubuhnya lemah, kusut dan kurus, iapun bertanya: Kenapa kamu bisa celaka begitu? Syetan orang mukmin menjawab: Aku tak punya apa-apa. Jika ia (mukmin) mau makan, ia menyebut nama Allah. Jika mau minum, ia menyebut nama Allah. Jika mau tidur, ia menyebut nama Allah. Dan saat masuk rumahnya, juga menyebut nama Allah. Syetan orang kafir berkata: Kalau aku, makan dari makanannya, dan minum dari minumannya, dan tidur di kasurnya. Makanya aku gemuk dan kamu kurus.“ (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Apakah Qarin Mati bersama Manusianya

Pada hakikatnya semua makhluk akan mati, termasuk jin juga. Yang tidak akan mati hingga datangnya Kiamat kelak hanyalah Iblis (moyangnya Jin), sedangkan jin pada umumnya mati seperti halnya manusia. Sebagaimana yang diucapkan Rasulullah saw. dalam rangkaian do’anya berikut: “Ya Allah, untukmu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau agar tidak menyesatkanku, Engkau Dzat yang Maha hidup dan tak akan mati,sedangkan jin dan manusia semua mati.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Apakah Qarin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? Jawabnya, Tidak. Zahir hadits –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Kitab Majmu’ Fatawa: 17/ 427)

 Karakteristik Jin Qarin

Ada lima karakteristi Jin Qarin manusia yang membedakannya dengan jin lain pada umumnya:

- Jin Qarin tidak bisa menyakiti tubuh manusia atau membuat kesurupan.
- Jin Qarin tidak dapat diusir atau dibunuh dengan bacaan Ruqyah atau lainnya
- Bisikan Qarin dapat dinetralisir atau diperlmah dengan dzikir dan do’a, tapi tidak dapat dihilangkan 100%.
- Seluruh Qarin membisikkan kejahatan kecuali Qorin Rasulullah saw.
- Bisikan Qarin sangat samar dan tidak dapat diajak dialog atau komunikasi.

Penutup

Syetan-syetan akan berlepas diri –termasuk jin qarin- dari manusia di hari kiamat nanti. Mereka tidak mau disalahkan atau dijadikan kambing hitam, apalagi bertanggung jawab atas dosa-dosa manusia yang telah berhasil mereka jerumuskan waktu di dunia. Sehingga kita harus waspada terhadap tipudaya dan bujuk rayunya, agar kita tidak menyesal di akhirat kelak. Karena penyesalan tersebut sudah sangat terlambat, alias tiada guna.

Allah mengingatkan hal itu kepada kita melalui firman-Nya: “Dan berkatalah syetan tatkala perkara (hisab) telah dilakukan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku juga telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.  Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat  siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim: 22) .

Sumber : wahid.blogspot.co.id

Postingan terkait: