Teliti Mumi Firaun, Dokter Ahli Bedah Asal Prancis Jadi Mualaf



IslamSejati.com - Masih ingat kisah tentang Nabi Musa AS dan Firaun yang mengaku sebagai Tuhan? Sebagai seorang raja, Firaun bukan hanya mengklaim bahwa dirinya Tuhan, ia juga berlaku kejam terhadap Bani Israil.

Hingga akhirnya, Allah SWT memberikan ganjaran atas perbuatannya. Ia ditenggelamkan di Laut Merah bersama bala tentaranya saat mengejar Nabi Musa AS.

Firaun sebenarnya merupakan gelar bagi raja-raja Mesir. Namun, menurut sejarah, Firaun yang berkuasa di masa Nabi Musa adalah Minepthah (1232-1224 SM), putra dari Ramses II.

Saat memimpin Mesir, Minephtah dikenal sebagai seorang raja yang sangat kejam. Dia juga menentang Nabi Musa dan mengaku sebagai Tuhan.

Hingga kemudian, mumi Minephtah ditemukan pada tahun 1898 M oleh Loret di Thebes di Lembah Raja-raja (Wadi al Muluk). Setelah muminya ditemukan, tak sedikit penelitian dilakukan. Termasuk untuk mengungkap kebenaran soal kematiannya yang ditenggelamkan.

Salah satu yang melakukan penelitian ini adalah Dr Maurice Bucaille, dokter ahli bedah terkemuka asal Prancis, bersama timnya. Ia juga didukung oleh Direktur Laboratorium Satelit di Paris, Cecaldi, serta Prof Durigan, dengan begitu, penelitiannya berjalan legal.

Dr Bucaille melakukan penelitian terutama pada tengkorak kepala mumi tersebut. Tak disangka, hasilnya benar-benar menunjukkan bahwa Minephtah menjemput ajal ketika tergulung ombak.

Dia pun sempat heran dengan hasil tersebut karena benar-benar sesuai dengan apa yang ada di dalam kitab suci.

“Dari situ, diketahui bahwa semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan bahwa Firaun tewas ketika digulung gelombang,” ujarnya.

Selain itu, Dr Bucaille juga mengungkapkan bahwa penelitian menunjukkan terdapat bekas garam yang menempel pada mayat mumi sehingga dapat dijadikan bukti bahwa Minephtah tewas karena tenggelam dan mayatnya dapat diselamatkan, kemudian diawetkan pada saat itu juga.

Dia pun sempat bertanya-tanya bagaimana mayat Minephtah bisa diselamatkan dengan anggota tubuh yang utuh, padahal mumi lainnya memiliki kondisi yang berbeda dengannya.

Akhirnya, Dr Bucaille menemukan jawabannya dalam Alquran yang tertuang dalam Qs. Yunus ayat 92, yang bunyinya:

“Maka pada hari ini Kami Selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.“

Setelah menemukan jawabannya di dalam Alquran, Dr Bucaille pun memutuskan untuk menjadi seorang mualaf dan memeluk Islam.

Sumber : suratkabar.id

Postingan terkait: